“Mendengar kata “jurnalis” pasti yang kamu pikirkan
adalah seseorang yang pintar menulis dan juga pintar menganalisis. Maka untuk
menjadi seorang jurnalis, kamu minimal harus punya dua syarat itu”
Jangan terburu-buru mengerutkan kening dan
garuk-garuk kepala ya!, Karena, tau gak sih, kalau ternyata ada bentuk
jurnalisme yang gak harus pakai dua syarat itu untuk menjadi seorang jurnalis
lho.
Penasaran ya?. Emm..kerutan keningnya tolong diturunin
dulu deh. Dan udah gak usah garuk-garuk kepala lagi.
Yah, langsung aja kita bahas. Jadi begini, sekarang
ada yang namanya Jurnalisme Warga, ya kalau bahasa kerennya itu Citizen Journalism. Sudah pernahkah
teman-teman semua mendengar istilah itu? Dan tau gak sebenarnya apa sih Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga
itu?
Berkenalan
dengan Citizen Journalism
Nah, daripada bingung, yuk segera berkenalan dengan
istilah yang satu ini. Tapi sebentar dulu, sebenarnya kamu sudah tau belum sih Citizen Journalism itu apa? Jika belum
tau, maaf ya sebelumnya, saya harus
bilang kalau kamu sudah ketinggalan zaman. Kenapa begitu, karena Citizen Journalism itu sudah mulai
berkembang di Indonesia sejak 12 tahun yang lalu lho.
Teman-teman, tetap cool ya, santai saja tidak ada kata terlambat untuk belajar. Nah,
makanya dilanjut dibaca ya tulisan ini.
Citizen
Journalism atau
Jurnalisme Warga adalah bentuk jurnalisme yang bisa dilakukan oleh warga biasa,
oleh siapa saja, tanpa harus berpendidikan khusus jurnalistik atau memahami
ilmu penulisan dan kewartawanan. Maksud dari warga biasa yaitu warga
yang bukan menjadi jurnalis profesional.
Jadi sekarang teman-teman semua dengan Citizen Journalism, kamu bisa ikut menyajikan berita atau
informasi kepada masyarakat luas. Sudah bukan waktunya lagi kamu hanya pasif
mengkonsumsi berita, tapi sekarang kamu bisa ikut berpartisipasi aktif sebagai
penyaji berita.
Sudah terbayangkah?, jadi dari penjelasan ini sudah
mulai kelihatankan kalau sekarang jadi jurnalis itu gampang!!!
Nah, warga biasa yang ikut berperan aktif
menyajikan berita atau informasi, punya julukan keren lho. Mereka akan mendapat
julukan sebagai Citizen Journalist atau
Jurnalis Warga.
Saatnya menjadi Citizen Journalist
Teman-teman, menjadi Citizen Journalist atau Jurnalis Warga itu juga sangat gampang lho,
dan dengan menjadi Citizen Journalist kamu
bisa melatih kemampuan menulis. Bekalnya pun tak kalah gampang, intinya kamu punya
semangat dan keinginan untuk berbagi - spirit
of sharing. Berbagi apa saja yang kamu ketahui dan temui dalam aktifitas
sehari-hari. Mulai dari hal terdekat dan sederhana yang ada di sekitarmu.
Contoh gampangnya begini, tidak perlu mikir yang
jauh-jauh ya. Misalkan, kalian bisa berbagi tentang siapa juru masak di asrama
dan menu-menu makannya, aktifitas di asrama, sosok seorang ketua OPPK saat ini,
atau pengalaman kamu ketika terlambat berangkat ke sekolah.
Membuat majalah dinding (mading) sekolah atau
asrama, yang kamu isi dengan tulisanmu sendiri, itu berarti kamu sudah melakukan
kegiatan Citizen Journalism. Namun
sayang seribu sayang deh, kayaknya mading-mading sekolah sekarang ini gak jauh
bedanya seperti klipping, cuma potong
tempel dari koran atau majalah saja.
Nah, inilah contoh yang paling dekat, karena ini
sedang dilakukan sekarang. Teman-teman bisa update
status Facebook atau ngetwit di
Twitter tentang acara ini, misalkan “sedang
mengikuti acara bedah buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! dan buku Kabar Dari
Kesunyian di MAPK Solo”. Sesederhana ini, kamu berati sudah menjadi Citizen Journalist lho.
Semakin terbayangkan gampangnya menjadi jurnalis?
Yuk! mulai
menggiatkan Citizen Journalism
Masih mikir apa lagi, mulai sekarang, setelah
keluar dari ruangan ini, teman-teman yuk mari menggiatkan Citizen Journalism. Karena sebenarnya, entah sudah kamu sadari atau
belum, banyak hal penting dan menarik lho disekitar lingkunganmu. Alangkah
bermanfaatnya jika itu semua juga bisa diketahui oleh orang lain.
Sekarang sudah ada internet, di internet banyak
media yang bisa kamu pakai untuk melakukan aksi Citizen Journalism. Facebook, Twitter, Blog, YouTube, Flickr (situs
foto), dan situs-situs berkonsep Citizen
Journalism yang mana siapa saja bisa mengirimkan tulisan apa saja, semua
ini bisa kamu gunakan sebagai sarana untuk menyajikan berita atau informasi hasil
karyamu.
Kamu punya foto tentang peristiwa kebakaran
misalkan, bisa kamu upload di Flickr,
Facebook, atau Twitter. Kamu memiliki rekaman video, bisa kamu upload di YouTube. Kamu menulis tentang sesuatu
di sekitarmu, bisa kamu upload di
blog.
Atau setidaknya beginilah teman-teman semua yang
sekarang sudah semakin paham dengan Citizen
Journalism. Misalkan hari ini kamu menemui sesuatu yang penting atau
menarik, dan kamu belum sempat menulisnya dengan tulisan panjang, kamu bisa update status atau ngetwit tentang sesuatu itu terlebih dahulu.
Jadi mulai sekarang, paling gak ya beginilah, kalau
teman-teman update status atau ngetwit isilah dengan informasi yang
sekiranya bermanfaat bagi orang lain. Jadi jangan sampai isinya cuma
curhat-curhat saja.
“aduhhhhh,
laper nih…”
Hemm, emangnya kamu kenyang setelah update status atau ngetwit itu?!
Akan lebih bermanfaat jika isinya misalkan;
“hari ini mulai jam
sembilan di MAPK lokal timur rame banget,
karena
ada bedah buku”
Yap, mari menjadi lebih bijak menggunakan
teknologi. Mari berbagi informasi apa saja yang ditemui dalam sehari-hari. Citizen Journalism itu sangat nikmat
memikat, dan pastinya dengan Citizen
Journalism jadi jurnalis itu gampang!!!. Allright!
*tulisan ini
disampaikan pada acara STRATIK
di MAPK Solo. Ahad, 08
April 2012.
NB:
Penjelasan lebih lanjut, tentang serba-serbi Citizen Journalism
dan panduan praktis menjadi Citizen
Journalist, dibahas dalam buku
berjudul Jadi Jurnalis Itu
Gampang!!!, diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo.

More Sharing..
FB. Imamfr Kusumaningati
T. @tigabelase
Tidak ada komentar:
Posting Komentar