Rabu, 18 April 2012

The Miracle of Tahajjud

Oleh Rian Afgan

The First Habit of doing Tahajjud Prayer exactly begun while before                        coming The Prophethood of  Our Prophet Muhammad saw. and at that time he was restless and worried. As a pious and brightly hearted, a middle aged man had felt how the decline of moral life in Mecca at the time.
Slavery, Robbery, Violation, Oppression of woman and all other vices made life unpleasant. “What should I do? what exactly I must do?” those are questions arised from Rasulullah’s mind.
Thus, in one night and in one place namely Hiro’ Cave, Muhammad aloned and contemplated all of incident which it has been befallen him and his Homeland in Mecca. From the midnight until the morning came, Muhammad saw. felt really deep sadness and letted on what was going on with his creator and his place of birth.
And then, Allah sent the angel Jibril to accompanied him and taught some ayat of surah Al-Alaq. Surely, all af Moslem in the world have known that event as the first revelation of Holy Qur’an. Then on subsequent night, he often did his solitary activity as the daily activity that essentially he wanted to say that he was only human being, and nothing he could do except because of helps from Allah swt.
The Solitary activities are named by Night Praying today and then usually done by the Prophet followers when experiencing various problems that they feel hard and heavy to bear.
But today, since the habit of tahajjud prayer appeared until the last decade, nobody knows eventhough the Moslems about what exactly will happen when they do pray tahajjud. Indeed, many scholars said that praying can repair morals. But, how does all this take place? This prompted Prof. Sholeh doing research on Tahajjud Prayer. The man of Lirboyo Boarding School graduated, Kediri in the year of 2000, researching about 51 Students of Senior High School Luqman Hakim in Hidayatullah Boarding School, Surabaya.
In the Study conducted by The Faculty of Tarbiyah Lecturer and Professor of the graduate program of the state Islamic institute (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Sholeh, Drs., M.Pd., had proved that Tahajjud Prayer which it run with a precise movements, routine, and of course with sincerity can boost the immune body system.
Prof. Sholeh said that the research had done in the year of 2000 during one semester in order to completed his doctoral studies in The University of Airlangga, Surabaya. “so, this is for a dissertation”, explained the father of two children.
 Sholeh selected a dissertation under the title “The Influence of Tahajjud Prayer Against Increasing The Resilience Body Changes in Immunologic Response: An approach Psychoneuroimmunology.”
“I ask them all to pray Tahajjud for two whole months every day.” Explained the man who completed S2 in the field of Counseling Pshychology in IKIP Malang. It taked by a number of praying is not too much and not too little, 2 rakaat salam for 4 times and 3 or 1 rakaat of witir (a total is 8 rakaat), they should run it at 2:00 until 3:00. Of course not all will be success, from 51 student was researched, they will be sorted again.
Turn of 51 student, 23 people could only survive doing Tahajjud Prayer for a month, along with the others who did not qualify for reasons such as praying was not  completed until two months although it can exceed a month or less than a month. Drinking kortikisteroid medication, doing another job besides tahajjud that affecting body system such as Adz-dzikr. All 23 student was used as one group.
Finaly, only 19 students ware able to survive Tahajjud Prayer for two month/. So there were two groups. Those who made it until two months without the additional of another activities and those who didn’t made it. And the nineteenth students, according Sholeh have fundamentally changed which it changes their Immune Body.
So now, when people talk that tahajjud prayer can improve one’s moral level, there is another reason that can be raised with a lot of senses. In the right praying, doing by sincere and resigned and routine, it will make a person healty physically and psychologically. Peace of heart, mind, soul, and tranquility will be the basic of the status of those who pray diligently. People can think logically, maturely, and actually makes sense. People become aware of themselves and not arbitrarily.
In additional, all of illness would be reluctant to stop and suffer to the body of those who pray tahajjud diligently, because of his Immune Body System increased rapidly.
So, it’s a fact and we can say that tahajjud prayer is so important for us, because there are many benefits for us as it has been described in Holly Al-Qur’an, surah Al-Israa verse 79, and the research is one of benefits that we have known it. Sometimes we always underestimate about something which it has extraordinary benefits than we imagine before, besides Allah will never order us to do something except it is usefull and important for ev
Kajian FK2i bersama Mr.tanenji n Mr,Edi

Keluarga Besar FK2i n TPA Hanifa on Ramadhan Fun Day

“Refleksi PEMIRA Kampus, Revitalisasi Organisasi Kemahasiswaan; Antara Kekuasaan dan Tanggung Jawab”

Oleh: Ade Suryana  on fk2i discussion,, 10 april 2012


“Hidup adalah proses bertanya, jawaban hanyalah singgahan dinamis yang bisa berubah seiring dengan berkembangnya pemahaman kita, namun pertanyaanlah yang membuat kita terus maju” (Dee-Madre).
Belum lama ini, lembaga kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan kampus yang diwakili oleh pihak rektorat dan beberapa dosen yang memiliki peranan penting di tingkat Universitas, Fakultas, dan Jurusan menyelenggarakan hajat besar yang dilaksanakan satu tahun sekali yang disebut dengan PEMIRA (Pemilu Raya). Kegiatan ini bertujuan untuk memilih pemimpin baru di sebuah lembaga kemahasiswaan yang sudah ada sebelumnya yang dinamakan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di tingkat Fakultas maupun Jurusan yang kini seiring perubahan yang terjadi telah berganti nama menjadi Himpunan Mahasiswa.
Namun, tidak sehebat namanya yang digaungkan di seantero kampus, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yakni tidak adanya pemilihan pemimpin yang baru untuk tingkatan Universitas, ini dikarenakan masih belum terselesaikannya konflik internal yang sudah menjamur hampir lebih dari satu tahun antar dua lembaga kemahasiswaan yang bernaung dalam sebuah payung partai politik berbeda latar belakang yang saling berseteru dalam memperebutkan kursi kepemimpinan di tingkat Universitas.
Sungguh ironis memang, tapi beginilah kenyataan pahit sesungguhnya terjadi di lingkungan kampus tercinta yang notabene sejatinya mereka adalah mahasiswa yang memiliki label kaum intelektual, kaum akademis, kaum terpelajar, agent social of change, wakil dari jeritan suara-suara rakyat, generasi muda harapan bangsa, Negara, dan Agama, penerus cita-cita luhur para pahlawan bangsa yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan demi terbentuknya kedaulatan Negara Republik Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal demikian bisa terjadi dikalangan kawan-kawan mahasiswa? apa yang mereka cari? ini menarik, namun sekaligus menjadi satu bentuk keprihatinan luar biasa dari suatu realitas kondisi yang tak patut dibanggakan.
Sebuah refleksi yang patut kita jadikan sebagai bahan renungan yang mendalam, tentunya dalam hal ini, terkikisnya sebuah nilai moralitas yang terdapat dalam diri sebagian kawan-kawan mahasiswa bisa menjadi penuntun perbincangan kita mencari penyebab terjadinya kondisi seperti ini yang sama sekali benar-benar tidak menguntungkan bagi kawan-kawan mahasiswa secara keseluruhan.
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seperti keberadaan organisasi intra maupun ekstra di sebuah kampus, bagaimana kondisi individu yang heterogen bersatu dan bekerjasama dalam  menghasilkan suatu yang disebut karya yang berguna untuk kepentingan komunitas tersebut dan membias kepada mahasiswa secara keseluruhan atas dasar perubahan sosial yang lebih baik. Setiap organisasi kemahasiswaan dalam sebuah kampus harus memiliki tujuan, diantanya membangun integritas kepribadian mahasiswa, memperluas wawasan yang bersifat akademis maupun non akademis, pengabdian kepada masyarakat, serta membina, mengembangkan, dan menyalurkan kegemaran maupun potensi mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas potensi mahasiswa.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika berperan dalam suatu kegiatan organisasi kemahasiswaan tertentu, salah satunya di organisasi intra kampus yang biasa disebut badan eksekutif mahasiswa ataupun himpunan mahasiswa. Di sanalah kita bisa mengembangkan segala bentuk potensi yang ada dalam diri kita. Organisasi juga dikatakan merupakan salah satu pilar pembentuk karakter mahasiswa. Namun, apa jadinya ketika sebuah organisasi kemahasiswaan dipimpin oleh kepentingan kekuasaan, material dan kemudian menghambakannya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kepentingan kekuasaan dan material yang dihambakan dalam sebuah organisasi kemahasiswaan akan membawa azas manfaat yang besar bagi mahasiswa sebagai kader masa depan penerus bangsa. Dalam hal ini perlu adanya kejujuran yang lapang untuk melakukan perubahan paradigma pemikiran dan dalam mempertahankan eksistensi sebuah organisasi, karena sesungguhnya ruh kehidupan dalam sebuah organisasi adalah ide yang teraplikasikan dalam wujud perbuatan positif. Mengutip pernyataan sang Proklamator Republik Indonesia Soekarno bahwa: "Sebuah organisasi harus dipimpin oleh ide, menghikmati ide, memikul ide, dan membumikan ide." Adapun organisasi hari ini dipimpin oleh uang, menghikmati uang, memikul uang, dan membumikan uang. Tak ada organisasi yang sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi kolektif kemahasiswaan demi kemaslahatan hidup bersama. Oleh karena itu, mari kita pahami dengan aplikasi sikap yang benar bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah bentuk tanggung jawab atas amanat yang dipercayakan kawan-kawan mahasiswa yang tidak ikut terlibat langsung, bukan sebagai sebuah simbol kekuasaan semu yang akan menghancurkan nilai-nilai idealisme sebagai mahasiswa. Wallahu’alam.

Selasa, 17 April 2012

Listen to Your Heart, There is Nothing to Do oleh Titin Mufarrahah pada 28 Oktober 2011 jam 11:55

Tulisan ini sebenarnya kita ambil dari catatan d facebook seorang kawan kita kak titin (kita panggil), pernah kita muat di buletin bulanan kita, semoga bermanfaat....


Nama sy Sri, panjangnya Srikandi. Jgn pernah membayangkan sy perempuan tangguh macam tokoh pewayangan Jawa. 'Kelamin' saya netral. Ah, tak usah berpanjang lebar membahas 'kelamin'. Ada yg lebih penting drpd 'kelamin'. Hati.

Jelas jika sy adalah manusia. Bukan hewan, malaikat, apalagi setan. Anehnya kadang sy merasa ketiga entitas itu ada pd jiwa. Melihat orang buntung kakinya, tiba-tiba menitikkan air mata. Andai org itu sy, tentu tak ada jaminan sy bisa setegar ia menghadapi hidup. Di episode lain sering sy marah atau tersinggung dgn hanya diamnya sahabat sy. Meminta perhatian lebih tepatnya. Sy egois, padahal sudah pasti ia mempunyai urusan yg lebih penting dr sensitifitas sy. Seringkali sy menuruti bisikan sesaat entah oleh apa atau siapa.

Kenal Zombi? Secara fisik ia bergerak namun jiwanya telah mati. Sehingga ia tak bisa membuat beda mana baik dan atau buruk. Sy tahu, sy bukan moralis. Bahkan sering perasaan dan pikiran sy amoral. Namun ijinkan sy menuliskan sebuah kesadaran. Kita bukan Zombi. Dalam tradisi kenabian, pertama kreasi Tuhan adalah akal. Suatu daya yg tepatnya disebut hati. Memiliki fitrah utk selalu taat pd Tuhan.

Hati: tempat fitrah kemanusiaan kita. Tempat ilham kebenaran anugerah Tuhan. Langit, bumi tak dapat menampung Tuhan. Namun hati mampu melakukannya. Tempat survival. Tugas hati adalah berusaha mendahulukan kasih sayang utk orang lain. berupaya utk berbuat baik. Hati tempat segala cinta. Secara anatomi hati bukan jantung atau liver. Ia merupakan suatu daya non material.

Pengalaman hidup selalu mengajarkan, "Selalu ada hikmah di balik setiap ujian atau musibah." Mantra sakti ini silahkan dibawa ke mana dan kapan saja. Bukankah Allah mencipta nafsu juga? Nafsu terdorong krn egoisme. Nafsu juga menuntut obyektifitas. Acapkali terjadi pengaburan hati dan nafsu. Cara praktis utk membedakan keduanya adalah, nafsu mengajak egois. Hati menggiring utk menyayangi.

Sy katakan semua kalimat di atas adalah teori. Tidak mudah utk tegas dan konsisten melaksanakannya. Bukankah esensi hidup ini menjihadkan nafsu utk menjadi kawan sejati? Bukan kita diarahkan secara membabi buta melakukan kesenangan fisik semata! Munafik jika sy katakan perut ini tidak butuh makanan. Mata ini enggan terhadap kenikmatan yg menjerumuskan pd lorong kesesatan. Telinga memperdengarkan suara tunggal. Tanpa mau tahu ada suara-suara lain yg butuh perhatian. Suara di luar kebutuhan dan keinginan kita.

Jika kita ditimpa suatu ketidaksenangan menurut anggapan. Yakin saja ada sebuah kado indah di ruang dan waktu yg berbeda atau bahkan balasan yg melampaui ruang dan waktu itu sendiri. Semua amal tak kan pernah luput dr kaca mata Sang Pencipta. Akan ada balasan dari-Nya. Tanamkan dlm hati kita bahwa imbalan hidup yg tertunda menyimpan kebaikan besar.

Tips dan trik menjaga kebugaran hati adalah dgn melakukan kepedulian. Mampu mencari makna di setiap kejadian. Baik peristiwa yg membahagiakan atau menyedihkan. Dgn begitu kita tidak mudah dibuat 'sakit' oleh peristiwa. Sebab hidup adalah serentetan peristiwa mengambil dan memberi.
Sikap pertengahan sangat dibutuhkan. Sepi saat di tengah keramaian. Rendah hati dan diri di hadapan Tuhan, bahwa dr Dia-lah segala pemberian. Atau ramai saat sendiri. Segala sesuatu di dunia mencitrakan Dia. Semua entitas tunduk dan patuh pd aturan main-Nya. Segalanya bersujud pada-Nya, suka tidak suka.

Kita adalah karya agung-Nya. Belajar memuasakan jasmani adalah solusi terakhir. Pahit memang namun tak ada pilihan. Bagaimana tidak sakit? Disuruh mencinta tapi saat yg sama siap-siap utk berpisah. Entah oleh kepunahan atau keegoisan. Iya, puasa. Ngantuk, namun mengorbankan bangun tiap malam utk menyapa-Nya. Sayang, dgn sesuatu atau seseorang. Secara formal saja, di batin jangan. Tidak enak hati jika Pemilik batin cemburu. Bisa repot nanti.

Closing powernya: mendengar suara hati sumber kemampuan utk sllu mengambil pilihan yg benar. Dgn meluruskan niat dan peduli orang lain.

Note ini rangkuman dr Life is Beautiful with Haidar Bagir. Tiap Jum'at, pukul 07.00 am, berganti lagu yg dibedah. Kali ini Listen to Your Heart dr Roxette. Mohon maaf bagi yg sempat baca jika ada tranver ilmu yg menyalahi. Tulisan dan pembicaraan adalah dua media komunikasi yg berbeda. Butuh keterampilan utk keduanya. Pointnya, kalimat-kalimat di atas adalah sebagai pengingat, khususnya utk si pencatat. Begitu banyak emosi yg butuh utk dibudidayakan atau nama lainnya disensasikan.