Selasa, 17 April 2012

Listen to Your Heart, There is Nothing to Do oleh Titin Mufarrahah pada 28 Oktober 2011 jam 11:55

Tulisan ini sebenarnya kita ambil dari catatan d facebook seorang kawan kita kak titin (kita panggil), pernah kita muat di buletin bulanan kita, semoga bermanfaat....


Nama sy Sri, panjangnya Srikandi. Jgn pernah membayangkan sy perempuan tangguh macam tokoh pewayangan Jawa. 'Kelamin' saya netral. Ah, tak usah berpanjang lebar membahas 'kelamin'. Ada yg lebih penting drpd 'kelamin'. Hati.

Jelas jika sy adalah manusia. Bukan hewan, malaikat, apalagi setan. Anehnya kadang sy merasa ketiga entitas itu ada pd jiwa. Melihat orang buntung kakinya, tiba-tiba menitikkan air mata. Andai org itu sy, tentu tak ada jaminan sy bisa setegar ia menghadapi hidup. Di episode lain sering sy marah atau tersinggung dgn hanya diamnya sahabat sy. Meminta perhatian lebih tepatnya. Sy egois, padahal sudah pasti ia mempunyai urusan yg lebih penting dr sensitifitas sy. Seringkali sy menuruti bisikan sesaat entah oleh apa atau siapa.

Kenal Zombi? Secara fisik ia bergerak namun jiwanya telah mati. Sehingga ia tak bisa membuat beda mana baik dan atau buruk. Sy tahu, sy bukan moralis. Bahkan sering perasaan dan pikiran sy amoral. Namun ijinkan sy menuliskan sebuah kesadaran. Kita bukan Zombi. Dalam tradisi kenabian, pertama kreasi Tuhan adalah akal. Suatu daya yg tepatnya disebut hati. Memiliki fitrah utk selalu taat pd Tuhan.

Hati: tempat fitrah kemanusiaan kita. Tempat ilham kebenaran anugerah Tuhan. Langit, bumi tak dapat menampung Tuhan. Namun hati mampu melakukannya. Tempat survival. Tugas hati adalah berusaha mendahulukan kasih sayang utk orang lain. berupaya utk berbuat baik. Hati tempat segala cinta. Secara anatomi hati bukan jantung atau liver. Ia merupakan suatu daya non material.

Pengalaman hidup selalu mengajarkan, "Selalu ada hikmah di balik setiap ujian atau musibah." Mantra sakti ini silahkan dibawa ke mana dan kapan saja. Bukankah Allah mencipta nafsu juga? Nafsu terdorong krn egoisme. Nafsu juga menuntut obyektifitas. Acapkali terjadi pengaburan hati dan nafsu. Cara praktis utk membedakan keduanya adalah, nafsu mengajak egois. Hati menggiring utk menyayangi.

Sy katakan semua kalimat di atas adalah teori. Tidak mudah utk tegas dan konsisten melaksanakannya. Bukankah esensi hidup ini menjihadkan nafsu utk menjadi kawan sejati? Bukan kita diarahkan secara membabi buta melakukan kesenangan fisik semata! Munafik jika sy katakan perut ini tidak butuh makanan. Mata ini enggan terhadap kenikmatan yg menjerumuskan pd lorong kesesatan. Telinga memperdengarkan suara tunggal. Tanpa mau tahu ada suara-suara lain yg butuh perhatian. Suara di luar kebutuhan dan keinginan kita.

Jika kita ditimpa suatu ketidaksenangan menurut anggapan. Yakin saja ada sebuah kado indah di ruang dan waktu yg berbeda atau bahkan balasan yg melampaui ruang dan waktu itu sendiri. Semua amal tak kan pernah luput dr kaca mata Sang Pencipta. Akan ada balasan dari-Nya. Tanamkan dlm hati kita bahwa imbalan hidup yg tertunda menyimpan kebaikan besar.

Tips dan trik menjaga kebugaran hati adalah dgn melakukan kepedulian. Mampu mencari makna di setiap kejadian. Baik peristiwa yg membahagiakan atau menyedihkan. Dgn begitu kita tidak mudah dibuat 'sakit' oleh peristiwa. Sebab hidup adalah serentetan peristiwa mengambil dan memberi.
Sikap pertengahan sangat dibutuhkan. Sepi saat di tengah keramaian. Rendah hati dan diri di hadapan Tuhan, bahwa dr Dia-lah segala pemberian. Atau ramai saat sendiri. Segala sesuatu di dunia mencitrakan Dia. Semua entitas tunduk dan patuh pd aturan main-Nya. Segalanya bersujud pada-Nya, suka tidak suka.

Kita adalah karya agung-Nya. Belajar memuasakan jasmani adalah solusi terakhir. Pahit memang namun tak ada pilihan. Bagaimana tidak sakit? Disuruh mencinta tapi saat yg sama siap-siap utk berpisah. Entah oleh kepunahan atau keegoisan. Iya, puasa. Ngantuk, namun mengorbankan bangun tiap malam utk menyapa-Nya. Sayang, dgn sesuatu atau seseorang. Secara formal saja, di batin jangan. Tidak enak hati jika Pemilik batin cemburu. Bisa repot nanti.

Closing powernya: mendengar suara hati sumber kemampuan utk sllu mengambil pilihan yg benar. Dgn meluruskan niat dan peduli orang lain.

Note ini rangkuman dr Life is Beautiful with Haidar Bagir. Tiap Jum'at, pukul 07.00 am, berganti lagu yg dibedah. Kali ini Listen to Your Heart dr Roxette. Mohon maaf bagi yg sempat baca jika ada tranver ilmu yg menyalahi. Tulisan dan pembicaraan adalah dua media komunikasi yg berbeda. Butuh keterampilan utk keduanya. Pointnya, kalimat-kalimat di atas adalah sebagai pengingat, khususnya utk si pencatat. Begitu banyak emosi yg butuh utk dibudidayakan atau nama lainnya disensasikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar